Hai, sobat, ada yang lagi belajar tentang Laju Reaksi di pelajaran kimia? InsyaAllah saya akan memberikan penjelasan mengenai Laju Reaksi khususnya di faktor-faktor yang mempengaruhinya, tapi dalam bentuk praktikum yang pastinya pernah saya alami. Sesudah praktikum, sebagian besar disuruh membuat makalahnya kan? Nah, saya akan mem-posting contoh makalah materi tersebut. Mohon disimak dan dipelajari ya ^^
LAPORAN
PRAKTIKUM
I.
Judul Praktikum : Mengidentifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi.
II.
Tujuan :
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
III.
Landasan Teori :
Laju
Reaksi dapat dinyatakan sebagai berkurangnya jumlah pereaksi untuk setiap satuan
waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. Ukuran
jumlah zat daam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau
kemolaran (M). Dengan demikian, laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi
pereaksi atau bertambahnya konsentrasi hasil reaksi setiap satu satuan waktu
(detik). Satuan laju reaksi umumnya dinyatakan dalam satuan mol dm-1
det -1 atau mol/liter detik. Satuan mol dm-3 atau
kemolaran (M), adalah satuan konsentrasi larutan.
Persamaan laju reaksinya dirumuskan
sebagai:
v = k [A]m [B]n
|
Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi laju reaksi, yaitu luas permukaan,
konsentrasi, suhu, dan katalis. Partikel-partikel yang bereaksi yaitu partikel
yang saling bertumbukan. Semakin kecil ukuran partikel, semakin luas permukaan
mengakibatkan semakin banyak permukaan yang bersentuhan dengan pereaksi,
sehingga pada saat yang sama semakin banyak partikel-partikel yang bereaksi,
atau singkatnya dapat dikatakan akan semakin cepat laju reaksi. Contohnya saat
mengunyah makanan, dikunyah sekecil mungkin agar reaksi berlangsung cepat. Faktor
selanjutnya yaitu konsentrasi, konsentrasi larutan sebanding dengan zat yang
terlarut. Konsentrasi yang tinggi maka semakin banyak zat terlarut sehingga
semakin banyak terjadi tumbukan yang menyebabkan semakin cepatnya laju reaksi.
Faktor
selanjutnya yaitu suhu. Semakin tinggi suhu, semakin tinggi energi kinetik
partikel yang bergerak, sehingga laju reaksi semakin cepat. Faktor terakhir
laju reaksi yaitu katalis. Untuk melakukan reaksi, diperlukan energi minimal
atau energi aktivasi. Untuk mempercepat laju reaksi, maka energi aktivasi harus
diturunkan. Dan katalis berfungsi menurunkan energi aktivasi, sehingga laju
reaksi semakin cepat.
IV.
Alat dan Bahan :
*Praktikum 1 (Pengaruh Konsentrasi terhadap
Laju Reaksi)
1.
3 buah tabung reaksi
2.
Stopwatch
3.
3 buah batang magnesium (Mg) dengan panjang 2 cm
4.
10 ml larutan HCl dengan konsentrasi masing-masing 0,5 M, 1 M, dan 2 M
*Praktikum 2 (Pengaruh Luas Permukaan
terhadap Laju Reaksi)
1.
2 buah gelas kimia
2.
Stopwatch
3.
2 macam batu pualam (CaCO3) dalam bentuk serbuk dan butiran masing-masing
massanya 0,5 gram
4.
20 ml larutan HCl 2 M
*Praktikum 3 (Pengaruh Suhu terhadap Laju
Reaksi)
1.
Pemanas (lampu spiritus dan kaki tiga)
2.
Termometer
3.
Gelas kimia 2 buah
4.
Kertas putih yang diberi tanda silang besar
5.
Stopwatch
6.
Larutan Natrium Thiosulfat (Na2S2O3) 0,2 M
7.
Larutan HCl 2 M
*Praktikum 4 (Pengaruh Katalis terhadap Laju
Reaksi)
1.
Gelas kimia
2.
Larutan Hidrogen Peroksida (H2O2) 5%
3.
Larutan Natrium Klorida (NaCl) 0,1 M
4.
Larutan Besi Klorida (FeCl3) 0,1 M
5.
Pipet tetes
V.
Cara Kerja
*Praktikum 1 (Pengaruh Konsentrasi terhadap
Laju Reaksi)
1.
Masukkan larutan HCl ke dalam tabung reaksi yang sudah diberi tanda 0,5 M, 1 M,
dan 2 M.
2.
Siapkan pencatat waktu, masukkan pita Mg setelah dibersihkan ke dalam tabung
no. 1 yang berisi larutan HCl 0,5 M.
3.
Catat waktu yang diperlukan, mulai dari saat memasukkan pita Mg sampai dengan
pita Mg habis bereaksi dengan HCl.
4.
Salin dan masukkan hasil pencatatan waktu yang diperlukan oleh masing-masing tabung
pada table hasil pengamatan.
5.
Ulangi kegiatan dengan menggunakan HCl 1 M dan HCl 2 M.
6.
Buat kesimpulan dari percobaan dengan membandingkan waktu yang diperlukan oleh masing-masing
tabung reaksi.
*Praktikum 2 (Pengaruh Luas
Permukaan terhadap Laju Reaksi)
1. Percobaan dilakukan pada suhu kamar.
2. Masukkan batu pualam ke dalam masing-masing
tabung reaksi.
3. Masukkan 10 ml HCl ke dalam tiap gelas
kimia. Segera hidupkan stopwatch saat memasukkan HCl.
4. Catat waktu yang diperlukan mulai dari
memasukkan HCl sampai dengan habisnya batu pualam bereaksi dengan HCl.
5. Salin dan tuliskan data ke dalam
tabel pengamatan.
*Praktikum 3
(Pengaruh Suhu terhadap LajuReaksi)
1. Masukkan masing-masing 20 ml larutan
Na2S2O3 kedalam gelas kimia. Beri tanda dengan
kertas label unuk gelas kimia 1 dan 2.
2. Panaskan di atas kompor satu gelas kimia
berisi larutan Na2S2O3 sampai 45oC.
3. Letakkan gelas kimia tadi di atas kertas
putih yang sudah diberi tanda silang.
4. Masukkan 10 ml larutan HCl kedalam masing-masing
gelas kimia berisi larutan Na2S2O3 yang biasa dan
yang telah dipanaskan. Tekan pencatat waktu saat larutan HCl mulai bercampur dengan
larutan Na2S2O3.
5. Hentikan pencatat waktu segera setelah
tanda silang di kertas sudah tidak tampak lagi.
6. Salin dan catat waktu yang diperlukan
ke dalam tabel pengamatan.
*Praktikum
4 (Pengaruh Katalis terhadap Laju Reaksi)
1. Masukkan masing-masing
10 ml larutan H2O2 5% ke dalam 3 gelas kimia.
2. Pada gelas pertama
hanya berisi larutan H2O2 5%, pada gelas kedua ditambahkan
5 tetes NaCl, dan pada gelas ketiga ditambahkan 5 tetes FeCl3.
3. Perhatikan reaksi
yang terjadi pada masing-masing gelas kimia, kemudian salin dan catat pada
tabel pengamatan.
VI.
Hasil
Pengamatan
*Praktikum 1
|
Tabung Reaksi
|
Pita Logam Mg
(cm)
|
Molaritas HCl
(M)
|
Waktu (detik)
|
|
1
|
2
|
0,5
|
5 menit 42
detik
|
|
2
|
2
|
1
|
54 detik
|
|
3
|
2
|
2
|
28 detik
|
*Pratikum 2
|
Tabung Reaksi
|
CaCO3
1 gram
|
10 ml HCl (M)
|
Waktu (detik)
|
|
1
|
Serbuk
|
2 M
|
2:45
|
|
2
|
Butiran
|
2 M
|
5:20
|
*Praktikum 3
|
Percobaan ke
|
Suhu (oC)
|
Molaritas 10
ml HCl (M)
|
Molaritas 20
ml Na2S2O3 (M)
|
Waktu (detik)
|
|
1
|
29
|
2
|
0,2
|
30.99
|
|
2
|
45
|
2
|
0,2
|
15.73
|
Dengan reaksi:
Na2S2O3 + 2HCl à 2NaCl + H2O + SO2 + S
*Praktikum 4
|
Percobaan
|
Larutan H2O2
5% (ml)
|
Larutan yang
ditambahkan
|
Gejala yang
diamati
|
|
1
|
10
|
-
|
Ada gelembung
yang lumayan banyak
|
|
2
|
10
|
5 tetes NaCl
|
Terdapat
sedikit gelembung
|
|
3
|
10
|
5 tetes FeCl3
|
Terdapat
banyak gelembung dengan cepat
|
Dengan reaksi:
1. 2H2O2 à 2H2O
+ O2
2. H2O2 àFeCl3 H2O
+ O2
VII.
Kesimpulan
Dari hasil
praktikum pertama, larutan HCl 2 M berekasi dengan pita Mg sampai bereaksi
habis dengan waktu lebih cepat dari yang lain yaitu 28 detik. Dari hasil
praktikum kedua, serbuk pualam lebih cepat dari butiran pualam saat bereaksi
dengan larutan HCl sampai habis dengan waktu 2 menit 45 detik. Dari hasil
praktikum ketiga, larutan Na2S2O3 yang
dipanaskan terlebih dahulu sampai 45o lebih cepat bereaksi dengan
larutan HCl dengan waktu 15,73 detik. Dan dari hasil percobaan keempat, larutan
H2O2 5% yang ditambahkan 5 tetes FeCl3 lebih
cepat bereaksi dengan menghasilkan gelembung sangat banyak dalam waktu singkat.
Dapat
disimpulkan dari semua hasil praktikum,yaitu:
1.
Semakin
besar konsentrasi pereaksi, maka akan semakin cepat laju reaksi.
2.
Semakin
luas permukaan, maka laju reaksi akan semakin cepat.
3.
Semakin
tinggi suhu, semakin tinggi energi kinetik partikel yang bergerak, maka laju
reaksi semakin cepat.
4.
Katalis
berfungsi untuk menurunkan energi aktivasi (energi minimal untuk melakukan
reaksi). Dengan katalis, laju reaksi akan semakin cepat.
X.
Daftar
Pustaka
Sudarmo, Unggul
(2014).KIMIA untuk SMA/MA Kelas XI
Kelompok Peminatan Matematika dan Imu Alam.Surakarta:PENERBIT ERLANGGA.
Itulah contoh makalah faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Mohon disimak dan dipelajari ya, jangan disalahgunakan, agar postingan ini benar-benar bermanfaat sesuai nama blognya ^^
Segala kebaikan datangnya dari Allah Swt., dan keburukannya dari diri saya sendiri. Mohon maaf bila banyak kesalahan. Jazakumullohu khoiron katsiir..
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar