Jumat, 27 Mei 2016

Cara Meng-upload Video di YouTube



Cara Meng-upload Video di YouTube
1.    Buka situs YouTube di https://www.youtube.com

2.    Setelah terbuka situs YouTube, klik‘Masuk’di sudut kanan atas.


 








3.    Lalu masukkan alamat gmail yang yang anda punya beserta passwordnya, lalu klik‘Masuk’. Jika belum mempunyai akun google, klik‘Buat Akun’untuk membuat akun atau daftar terlebih dahulu.

4.    Setelah masuk, klik “Upload” di sudut kanan atas.




5.    Setelah itu akan muncul halaman baru. Lalu pilih antara Publik, Pribadi, atau Tidak Tercantum. Publik untuk video yang dapat dilihat oleh anda dan orang lain, Pribadi untuk video yang hanya dapat dilihat oleh anda, sedangkan Tidak Tercantum untuk video yang tidak dapat dilihat oleh siapapun.

6.    Setelah memilih, klik panah di‘Pilih file untuk diupload’.





7.    Lalu akan muncul jendela baru di kiri atas untuk memilih video yang akan diupload. Di sini saya memilih video berjudul ‘Alhamdulillah’, lalu klik Open.

8.    Video anda akan mulai diupload. Selama menunggu video diupload, isi kolom judul dengan judul video yang diinginkan di YouTube nanti beserta deskripsi video di kolom deskripsi.





9.    Setelah proses mengupload selesai, klik ‘Publikasikan’di sudut kanan atas.

10.  Saat muncul halaman baru, itu menandakan video anda telah berhasil diupload. Klik Edit di sebelah tampilan video, lalu akan ditemukan link video yang diupload. Untuk membuktikan video anda sudah terupload, kunjungi link di sebelah kanan yang bertuliskan ‘URL Video : https://youtu.be/E8Gwi3vAIj8

11.  Video anda sudah terupload dan sudah bisa disaksikan di situs YouTube.





Jumat, 06 Mei 2016

Wawancara Sunda


Assalamu'alaikum. Wr. Wb.

TEORI WAWANCARA

Wawancara nyaeta hiji kagiatan komunikasi anu geus ilaharna lumangsung di masyarakat. Ngan teu kabeh masyarakat sok ngahajakeun saban waktu ngawawancara. Wawancara mah biasana di lakukeun ku wartawan atawa sajabana.
Wawancara mah ka asup kagiatan nyarita dua arah, aya nanya jeung aya ngajawab. Samemeh ngalakukeun wawancara urang perlu tatahar heula sabaraha hal anu dianggap perlu disadiakeun. Kalimah tanya anu disusun ku urang ulah panjang teuing, mun bisa mah parondok jeung togmol ( langsung ) kana sasaran.
Diantarana saperti kieu :
-         Keur kaperluan naon ?
-         Naon wae nu ditanyakeunana ?
-         Saha anu rek ditanya ?
-         Kamana kudu nepunganana ?
-         Iraha waktuna ?

Kalimah tanya jadi bahan pikeun urang dina waktu geus tepung jeung narasumber. Narasumber jalma nu baris dipenta kateranganana, oge bisa rupa-rupa gumantung kana kaperluan pananya. Upama perlu informasi ngenaan kasenian, pendidikan, olah raga, kitu wae satuluyna.    
Sumber: http://hana-fasha.blogspot.co.id/2010/12/wawancara-basa-sunda.html

Hal nu kudu disiapkeun dina wawancara di antarana :
  • Nyusun daftar pertanyaan, anu bade di taroskeun.
  • Nyatet atawa ngarekam hasil wawancara (Dokumentasi)
  • Gunakeun bahasa anu sopan, jentre, sarta ringkes.
  • Sikap urang kudu luyu jeung etika sarta tatakrama 
Sumber: http://webmateribelajar14.blogspot.co.id/2014/06/materi-bahasa-sunda.html

Ieu mangrupa conto pelaksanaan Wawancara Sunda ka Panti Asuhan:
 
 
Hatur nuhun, mugia tiasa janten manfaat kanggo nu nuju peryogi.
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.

Jumat, 29 April 2016

Kisah Nabi Muhammad SAW. dan Pengemis Buta

Kisah Rasulullah SAW. dan Pengemis Buta

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata, “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya.”

Setiap pagi Rasulullah s.a.w mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah s.a.w menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah s.a.w melakukannya hingga menjelang baginda wafat. Setelah kewafatan Rasulullah s.a.w tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi yang buta itu.

Suatu hari Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.a. Beliau bertanya kepada anaknya, “Wahai anakku, adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?” Aisyah r.a menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah, hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja.” “Apakah itu?” tanya Abu Bakar r.a. Setiap pagi Rasulullah s.a.w selalu pergi ke hujung pasar dengan membawa makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana,” kata Aisyah r.a.

Keesokan harinya Abu Bakar r.a pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu Bakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abu Bakar r.a mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah kamu?” Abu Bakar r.a menjawab, “Aku orang yang biasa.” “Bukan! engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” jawab si pengemis buta itu. “Apabila dia (Rasulullah s.a.w) datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu dia berikan padaku dengan mulutnya sendiri,” pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar r.a tidak dapat menahan air matanya, dia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Dia adalah Muhammad Rasulullah s.a.w.” Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar r.a, dia pun menangis dan kemudian berkata, “Benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, dia tidak pernah memarahiku sedikitpun, dia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, dia begitu mulia.” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abu Bakar r.a.


Sumber: http://www.islam2u.net/index.php?option=com_content&view=article&id=362:rasulullah-saw-dengan-pengemis-yahudi-yang-buta&catid=17:rasul-dan-nabi-allah&Itemid=73
https://www.youtube.com/watch?v=-czx6PzJX84



Nabi Muhammad SAW. saja yang langsung mendengar hinaan pengemis buta itu, tapi Beliau tetap berbuat baik dengan menyuapinya, Bagaimana dengan kita? Yang tersakiti sedikit saja sudah benci. Astaghfirullahal 'adhim. Dengan itu, mari kita berbuat baik kepada siapapun. Jika sakit hati oleh seseorang, jangan membalasnya, tapi berdo'alah untuknya.#YukSalingMengingatkan

Jumat, 29 Januari 2016

Mengambil Hikmah dari Kisah Hidup Aktor Aiman Ricky

Assalamu'alaikum. Wr. Wb.
Apa kabar sobat? Postingan kali ini mengenai motivasi nih. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kehidupan kita.

Siapa yang tidak tahu Aiman Ricky?? Kalaupun ada yang tidak tahu, mungkin hanya beberapa (hahaaa ^^) . Dialah aktor muda yang meraih kehidupan di Jakarta di usia muda, tanpa orang tua yang dulu ibunya telah tiada dan ayahnya yang juga telah lama meninggalkan Aiman Ricky. Di kehidupannya itu, ia bisa sesukses ini tanpa dampingan dari orangtua. Kalo kita mungkin susah ya seperti itu. Awalnya ia mengikuti audisi di Jakarta, sepertinya terlalu lama ya jika menceritakan kehidupannya dulu hehee. Langsung saja lah, sejak kecil setelah ditinggal ayahnya dan saat ibunya meninggal, ia dirawat oleh neneknya, sampai sekarang pun dirawatnya oleh neneknya.


Curhat yang paling baik itu di atas sajadah, dan tentu saja curhatnya sama Allah - Aiman Ricky

Saat ini ia bisa menjadi seorang aktor yang sukses, karena keimanan dan kepribadian Aiman Ricky (setelah menganalisis perjalanan hidupnya), tapi itupun tak lepas dari ujian intern dan ekstern ya. Dari beberapa sumber, kunci sukses itu bersungguh-sungguh, sabar, dan selau pada jalan Allah. Saya rasa Aiman Ricky memiliki ketiga hal tersebut sehingga alhamdulillah bisa seperti sekarang. Di kehidupannya, di media sosial, ia selalu mem-posting hal-hal yang bermanfaat. Ia juga ikut andil dalam kegiatan anak yatim, seringkali ia mengunjungi panti asuhan untuk menghibur dan memberikan motivasi kepada anak yatim, karena itulah yang ia rasakan.

Dari hal-hal yang diuraikan di atas, mari ambil kesimpulan. Kunci kesuksesan itu:
1. Bersungguh-sungguh
2. Sabar
3. Selalu pada jalan Allah

Begitu sobat, mudah-mudahan kita bisa meraih kesuksesan dengan cara yang halal dan mengambil tiga kunci sukses di atas. Mudah-mudahan juga kita bisa menjalani hidup ini dengan baik. Semangat untuk meraih kesuksesan, Sobat!!

Alhamdulillah. Segala kebaikan datangnya dari Allah, dan keburukan itu dari saya sendiri. Mohon maaf bila banyak kesalahan. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.

Contoh Makalah Faktor- faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Assalamu'alaikum. Wr. Wb.
Hai, sobat, ada yang lagi belajar tentang Laju Reaksi di pelajaran kimia? InsyaAllah saya akan memberikan penjelasan mengenai Laju Reaksi khususnya di faktor-faktor yang mempengaruhinya, tapi dalam bentuk praktikum yang pastinya pernah saya alami. Sesudah praktikum, sebagian besar disuruh membuat makalahnya kan? Nah, saya akan mem-posting contoh makalah materi tersebut. Mohon disimak dan dipelajari ya ^^

LAPORAN PRAKTIKUM
I.                   Judul Praktikum          : Mengidentifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi.
II.                Tujuan                         : Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
III.             Landasan Teori           :
Laju Reaksi dapat dinyatakan sebagai berkurangnya jumlah pereaksi untuk setiap satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. Ukuran jumlah zat daam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau kemolaran (M). Dengan demikian, laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi hasil reaksi setiap satu satuan waktu (detik). Satuan laju reaksi umumnya dinyatakan dalam satuan mol dm-1 det -1 atau mol/liter detik. Satuan mol dm-3 atau kemolaran (M), adalah satuan konsentrasi larutan.
Persamaan laju reaksinya dirumuskan sebagai:

v = k [A]m [B]n
 



Ada beberapa faktor yang mempengaruhi laju reaksi, yaitu luas permukaan, konsentrasi, suhu, dan katalis. Partikel-partikel yang bereaksi yaitu partikel yang saling bertumbukan. Semakin kecil ukuran partikel, semakin luas permukaan mengakibatkan semakin banyak permukaan yang bersentuhan dengan pereaksi, sehingga pada saat yang sama semakin banyak partikel-partikel yang bereaksi, atau singkatnya dapat dikatakan akan semakin cepat laju reaksi. Contohnya saat mengunyah makanan, dikunyah sekecil mungkin agar reaksi berlangsung cepat. Faktor selanjutnya yaitu konsentrasi, konsentrasi larutan sebanding dengan zat yang terlarut. Konsentrasi yang tinggi maka semakin banyak zat terlarut sehingga semakin banyak terjadi tumbukan yang menyebabkan semakin cepatnya laju reaksi.
Faktor selanjutnya yaitu suhu. Semakin tinggi suhu, semakin tinggi energi kinetik partikel yang bergerak, sehingga laju reaksi semakin cepat. Faktor terakhir laju reaksi yaitu katalis. Untuk melakukan reaksi, diperlukan energi minimal atau energi aktivasi. Untuk mempercepat laju reaksi, maka energi aktivasi harus diturunkan. Dan katalis berfungsi menurunkan energi aktivasi, sehingga laju reaksi semakin cepat.

IV.             Alat dan Bahan           :
*Praktikum 1 (Pengaruh Konsentrasi terhadap Laju Reaksi)
            1. 3 buah tabung reaksi
            2. Stopwatch
            3. 3 buah batang magnesium (Mg) dengan panjang 2 cm
            4. 10 ml larutan HCl dengan konsentrasi masing-masing 0,5 M, 1 M, dan 2 M
*Praktikum 2 (Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju Reaksi)
            1. 2 buah gelas kimia
            2. Stopwatch
3. 2 macam batu pualam (CaCO3) dalam bentuk serbuk dan butiran masing-masing massanya 0,5 gram
4. 20 ml larutan HCl 2 M
*Praktikum 3 (Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi)
            1. Pemanas (lampu spiritus dan kaki tiga)
            2. Termometer
            3. Gelas kimia 2 buah
            4. Kertas putih yang diberi tanda silang besar
            5. Stopwatch
            6. Larutan Natrium Thiosulfat (Na2S2O3) 0,2 M
            7. Larutan HCl 2 M
*Praktikum 4 (Pengaruh Katalis terhadap Laju Reaksi)
            1. Gelas kimia
            2. Larutan Hidrogen Peroksida (H2O2) 5%
            3. Larutan Natrium Klorida (NaCl) 0,1 M
            4. Larutan Besi Klorida (FeCl3) 0,1 M
            5. Pipet tetes

V.                Cara Kerja
*Praktikum 1 (Pengaruh Konsentrasi terhadap Laju Reaksi)
1. Masukkan larutan HCl ke dalam tabung reaksi yang sudah diberi tanda 0,5 M, 1 M, dan 2 M.
2. Siapkan pencatat waktu, masukkan pita Mg setelah dibersihkan ke dalam tabung no. 1 yang berisi larutan HCl 0,5 M.
3. Catat waktu yang diperlukan, mulai dari saat memasukkan pita Mg sampai dengan pita Mg habis bereaksi dengan HCl.
4. Salin dan masukkan hasil pencatatan waktu yang diperlukan oleh masing-masing tabung pada table hasil pengamatan.
5. Ulangi kegiatan dengan menggunakan HCl 1 M dan HCl 2 M.
6. Buat kesimpulan dari percobaan dengan membandingkan waktu yang diperlukan oleh masing-masing tabung reaksi.
*Praktikum 2 (Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju Reaksi)
1. Percobaan dilakukan pada suhu kamar.
2. Masukkan batu pualam ke dalam masing-masing tabung reaksi.
3. Masukkan 10 ml HCl ke dalam tiap gelas kimia. Segera hidupkan stopwatch saat memasukkan HCl.
4. Catat waktu yang diperlukan mulai dari memasukkan HCl sampai dengan habisnya batu pualam bereaksi dengan HCl.
5. Salin dan tuliskan data ke dalam tabel pengamatan.


*Praktikum 3 (Pengaruh Suhu terhadap LajuReaksi)
1. Masukkan masing-masing 20 ml larutan Na2S2O3 kedalam gelas kimia. Beri tanda dengan kertas label unuk gelas kimia 1 dan 2.
2. Panaskan di atas kompor satu gelas kimia berisi larutan Na2S2O3 sampai 45oC.
3. Letakkan gelas kimia tadi di atas kertas putih yang sudah diberi tanda silang.
4. Masukkan 10 ml larutan HCl kedalam masing-masing gelas kimia berisi larutan Na2S2O3 yang biasa dan yang telah dipanaskan. Tekan pencatat waktu saat larutan HCl mulai bercampur dengan larutan Na2S2O3.
5. Hentikan pencatat waktu segera setelah tanda silang di kertas sudah tidak tampak lagi.
6. Salin dan catat waktu yang diperlukan ke dalam tabel pengamatan.

*Praktikum 4 (Pengaruh Katalis terhadap Laju Reaksi)
1. Masukkan masing-masing 10 ml larutan H2O2 5% ke dalam 3 gelas kimia.
2. Pada gelas pertama hanya berisi larutan H2O2 5%, pada gelas kedua ditambahkan 5 tetes NaCl, dan pada gelas ketiga ditambahkan 5 tetes FeCl3.
3. Perhatikan reaksi yang terjadi pada masing-masing gelas kimia, kemudian salin dan catat pada tabel pengamatan.


VI.             Hasil Pengamatan
*Praktikum 1
Tabung Reaksi
Pita Logam Mg (cm)
Molaritas HCl (M)
Waktu (detik)
1
2
0,5
5 menit 42 detik
2
2
1
54 detik
3
2
2
28 detik

*Pratikum 2
Tabung Reaksi
CaCO3 1 gram
10 ml HCl (M)
Waktu (detik)
1
Serbuk
2 M
2:45
2
Butiran
2 M
5:20

*Praktikum 3
Percobaan ke
Suhu (oC)
Molaritas 10 ml HCl (M)
Molaritas 20 ml Na2S2O3 (M)
Waktu (detik)
1
29
2
0,2
30.99
2
45
2
0,2
15.73
Dengan reaksi: Na2S2O3 + 2HCl à 2NaCl + H2O + SO+ S

*Praktikum 4
Percobaan
Larutan H2O2 5% (ml)
Larutan yang ditambahkan
Gejala yang diamati
1
10
-
Ada gelembung yang lumayan banyak
2
10
5 tetes NaCl
Terdapat sedikit gelembung
3
10
5 tetes FeCl3
Terdapat banyak gelembung dengan cepat
Dengan reaksi: 1. 2H2O2 à 2H2O + O2
                                 2. H2O2 àFeCl3 H2O + O2


VII.          Kesimpulan
Dari hasil praktikum pertama, larutan HCl 2 M berekasi dengan pita Mg sampai bereaksi habis dengan waktu lebih cepat dari yang lain yaitu 28 detik. Dari hasil praktikum kedua, serbuk pualam lebih cepat dari butiran pualam saat bereaksi dengan larutan HCl sampai habis dengan waktu 2 menit 45 detik. Dari hasil praktikum ketiga, larutan Na2S2O3 yang dipanaskan terlebih dahulu sampai 45o lebih cepat bereaksi dengan larutan HCl dengan waktu 15,73 detik. Dan dari hasil percobaan keempat, larutan H2O2 5% yang ditambahkan 5 tetes FeCl3 lebih cepat bereaksi dengan menghasilkan gelembung sangat banyak dalam waktu singkat.
Dapat disimpulkan dari semua hasil praktikum,yaitu:
1.      Semakin besar konsentrasi pereaksi, maka akan semakin cepat laju reaksi.
2.      Semakin luas permukaan, maka laju reaksi akan semakin cepat.
3.      Semakin tinggi suhu, semakin tinggi energi kinetik partikel yang bergerak, maka laju reaksi semakin cepat.
4.      Katalis berfungsi untuk menurunkan energi aktivasi (energi minimal untuk melakukan reaksi). Dengan katalis, laju reaksi akan semakin cepat.


X.             Daftar Pustaka
Sudarmo, Unggul (2014).KIMIA untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan Matematika dan Imu Alam.Surakarta:PENERBIT ERLANGGA.






Itulah contoh makalah faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Mohon disimak dan dipelajari ya, jangan disalahgunakan, agar postingan ini benar-benar bermanfaat sesuai nama blognya ^^
Segala kebaikan datangnya dari Allah Swt., dan keburukannya dari diri saya sendiri. Mohon maaf bila banyak kesalahan. Jazakumullohu khoiron katsiir..
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.